SAGUSABLOG

Hai Guru, buat Blog Yuuk!

Taplak Meja Rajut

Terbuat dari benang rajutan halus

Berbagi Itu Indah 3

Bagilah ilmu yang anda punya. Walaupun anda menganggap itu remeh, namun luar biasa bagi orang lain. Karena dengan berbagi ilmu anda akan semakin tinggi

Tips Menulis Artikel Part 2# Cara Dosen IAI Sumbar Menghebatkan Mahasiswa dalam Penulisan Artikel Ilmiah

Dosen IAI Sumbar:Mega Adyna Movitaria, M.Pd, Edriagus Saputra, S.Th.I., M.Ag, Melda Delvia, S.Pd.I.,M.Pd, dan Syamsurizal, SE.,MM

Tips 1# 9 Cara Cerdas Lulus Kuliah Tepat Waktu bagi Mahasiswa

Semua mahasiswa yang kuliah ingin wisuda tepat waktu,Jadi, untuk menyelesaikan studi Kamu tepat waktu, Maka Kamu bisa mencoba Tips berikut ini

Pertemuan Pertama, PKM Penulisan Karya Tulis Ilmiah Bersama Mahasiswa STIT Ahlusunnah Bukittinggi

Kolaborasi Pengabdian Kepada Masyarakat antar Kampus IAI Sumatera Barat dengan STIT Ahlusunnah Bukittinggi

Tampilkan postingan dengan label Artikel Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Juni 2025

Membangun Kepedulian Inklusif Melalui Visiting Doktor: Kolaborasi Strategis PIAUD dan PGMI UIN Mahmud Yunus Batusangkar


Batusangkar, 20 Juni 2025 – Dalam upaya memperkuat pemahaman dan praktik pendidikan inklusi, Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Mahmud Yunus Batusangkar menggelar kegiatan Visiting Doctor bertajuk Intervensi Anak Terbatas: Upaya dalam Pendidikan Inklusi”, Sabtu (20/06/2025), bertempat di Ruang Teater Lantai 4 Gedung Kuliah Terpadu kampus UIN Mahmud Yunus, Batusangkar. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Malaysia, Ibu Dr. Norasikhin Ismail, seorang pakar pendidikan inklusi yang berasal dari Ashikin Holdings, Malaysia.

Acara ini menjadi momen bersejarah sekaligus refleksi mendalam bagi sivitas akademika, terutama bagi mahasiswa dan dosen PIAUD serta PGMI, dalam menggali praktik terbaik intervensi terhadap anak-anak dengan keterbatasan dalam konteks pendidikan Islam. Dr. Norasikhin dalam paparannya menekankan bahwa pendidikan inklusi bukan sekadar pendekatan kurikuler, tetapi sebuah gerakan kemanusiaan yang menuntut keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Ketua Program Studi PIAUD, Bapak Dr. Jhoni Warmansyah, M.Pd, dalam sambutannya, menekankan pentingnya integrasi teori dan praktik dalam pembelajaran inklusif. Menurut beliau, kehadiran narasumber internasional merupakan bentuk nyata implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang menekankan pentingnya kolaborasi global dalam penguatan kompetensi mahasiswa.

selanjutnya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Dr. Suswati Hendriani, M.Pd, dalam sambutannya mengapresiasi sinergi antardua program studi ini sebagai langkah konkret dalam meningkatkan mutu akademik dan wawasan global kampus. "Kegiatan seperti ini membuka ruang dialog lintas negara dan lintas paradigma, sehingga mahasiswa kita lebih siap menjadi pendidik inklusif yang profesional dan berempati," ungkapnya saat membuka secara resmi kegiatan tersebut.

Dalam sesi pemaparannya, Dr. Norasikhin Ismail menekankan urgensi intervensi yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik setiap individu. Ia menyoroti pentingnya sinergi antara guru, orang tua, dan tenaga pendukung dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Menurutnya, keberhasilan pendidikan inklusi sangat ditentukan oleh sejauh mana pendidik mampu memahami karakteristik unik peserta didik dan merancang strategi pembelajaran yang fleksibel dan responsif. “Intervensi bukan sekadar penyesuaian kurikulum, tetapi lebih kepada kepekaan untuk mendeteksi kebutuhan anak dan ketepatan dalam memberikan respon yang sesuai,” tuturnya

Selama sesi diskusi, mahasiswa terlihat antusias menyampaikan pertanyaan seputar tantangan di lapangan, termasuk keterbatasan sarana, pendekatan psikopedagogik, hingga strategi komunikasi dengan orang tua anak berkebutuhan khusus. Dr. Norasikhin Ismail memberikan penjelasan berdasarkan pengalaman lapangannya di Malaysia, sekaligus mengajak mahasiswa untuk membangun jejaring regional dalam mengembangkan pendekatan inklusi berbasis nilai-nilai Islam.

Acara ini juga menjadi ajang pembelajaran transdisipliner yang mempertemukan teori pendidikan, psikologi perkembangan, hingga kebijakan publik dalam satu forum ilmiah yang inspiratif. Tidak hanya menyasar mahasiswa, Kegiatan ini juga dihadiri oleh Dekan FTIK serta jajarannya, para dosen dan tenaga pendidik dari berbagai program studi yang memiliki perhatian pada isu inklusi.

Dalam konteks lokal, Visiting Doctor ini menjadi jawaban atas kebutuhan peningkatan kapasitas calon guru dalam menghadapi realitas sekolah yang semakin beragam. PIAUD dan PGMI UIN Mahmud Yunus Batusangkar menunjukkan komitmennya dalam mencetak guru-guru yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial terhadap anak-anak yang selama ini berada di pinggiran sistem pendidikan.

Penutupan acara diwarnai dengan penyerahan cenderamata serta dokumentasi bersama, menandai akhir dari pertemuan yang tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga menumbuhkan semangat baru dalam memajukan pendidikan inklusif berbasis nilai-nilai keislaman. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran UIN Mahmud Yunus Batusangkar sebagai kampus yang responsif terhadap kebutuhan pendidikan yang lebih adil dan merata bagi semua kalangan.


Selasa, 10 Juni 2025

Mahasiswa PGMI UIN Batusangkar Gelar Workshop Karya Tulis Ilmiah dan Media Pembelajaran Interaktif Digital

 


Batusangkar, 11 Juni 2025 — Dalam upaya meningkatkan kapasitas keilmuan dan kreativitas mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Mahmud Yunus Batusangkar mengadakan Workshop Karya Tulis Ilmiah (WKTI) dan Media Pembelajaran Interaktif. Kegiatan ini berlangsung secara luring di L-Studio kampus UIN MY Batusangkar pada 11 Juni 2025 dan berlanjut secara daring hingga 25 Juni 2025. Workshop ini juga dihadiri oleh Dosen PGMI yaitu Syaiyidati Nur Fatimah, M. Sn, dan Susi Ratna Sari, M.Pd

Acara dimulai dengan pembukaan yang berlangsung meriah dan penuh semangat. Dengan pembawa acara dalam tiga bahasa — Bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab — serta iringan lagu Indonesia Raya dan Mars Mahasiswa, kegiatan ini langsung mencuri perhatian para peserta. Doa dan pembacaan kalam ilahi menambah nuansa religius dalam acara pembukaan.

Ketua Panitia Rafli Alhamdi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata komitmen mahasiswa PGMI dalam menjawab tantangan zaman. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW: "Barang siapa menempuh jalan menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya untuk menuju surga." (HR. At-Tirmidzi, Abu Daud, dishahihkan Al-Albani). "Semoga langkah kita hari ini menjadi bagian dari jalan menuju keberkahan," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan DEMA FTIK, Adinda Dwi Maharani, menyampaikan pesan penuh inspirasi yang membakar semangat peserta:

"Langit tidak pernah membatasi tinggi mimpi. Dan bumi tidak pernah menolak langkah yang berani. Kesuksesan bukanlah hadiah, ia adalah buah keberanian melangkah meski tertatih. Dari keyakinan yang tak pernah goyah meski dihujani ragu. Jangan takut jatuh, karena dari jatuh kita belajar untuk berdiri lebih kokoh. Jangan ragu untuk bermimpi, karena mimpi adalah janji diri bahwa kita ditakdirkan untuk lebih tinggi. Hari ini kita belajar, esok kita melangkah, dan suatu saat nanti, kita akan menjadi bukti bahwa usaha tidak akan pernah sia-sia."

Acara selanjutnya adalah kata sambutan dari Ketua Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, beliau berpesan:

“Workshop ini adalah wujud nyata dari semangat mahasiswa PGMI dalam membekali diri sebagai calon pendidik yang unggul dan adaptif di era digital. Karya tulis ilmiah bukan sekadar tugas akademik, melainkan pondasi berpikir kritis dan ilmiah. Sementara media pembelajaran interaktif menjadi jembatan kreatif antara guru dan peserta didik. Saya sangat mengapresiasi inisiatif ini. Teruslah belajar, berkarya, dan menginspirasi. Karena guru yang hebat bukan hanya yang mengajar, tetapi yang terus belajar dan menciptakan perubahan.”

Acara inti dimulai dengan penyampaian materi media pembelajaran interaktif oleh Mega Adyna Movitaria, M.Pd., yang menekankan pentingnya kreativitas dalam merancang media pembelajaran digital. Beliau berpesan:

“Untuk menjadi guru yang professional, Jadilah kreator pembelajaran yang inovatif, ubah ide-ide menjadi media yang interaktif dan inspiratif, serta jadikan proses belajar sebagai petualangan yang menyenangkan”

Pada materi yang disampaikan oleh pemateri pertama yaitu Ibu Mega Adyna Movitaria, M.Pd beliau menjelaskan tentang media pembelajaran digital dengan Assembler Edu. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan Assembeler Edu, cara mendapatkan akun Assembler Edu serta tools-tools yang ada di Aseembler Edu dan di akhiri dengan tutorial penggunaan Aseembler Edu.

Materi ini membuat antusis peserta dari kalangan mahasiswa semester dua dan empat bersemangat dalam mempelajarinya lebih lanjut. Dan moment inipun tidak disia-siakan oleh mahsiswa semester Enam, walaupun mereka sudah mempelajarinya sebelumnya pada Mata Kuliah Pengembangan Media Pembelajaran Digital.

Dilanjutkan dengan sesi penulisan karya tulis ilmiah oleh Ratmiarti, S.Pd.I., M.Pd., yang membimbing mahasiswa dalam menulis sesuai kaidah akademik. Sehingga mahasiswa nantinya mampu menghasilkan karya tulis yang berkualitas. Sesuai dengan topic workshop yaitu “Mewujudkan Generasi Muda yang Literate, Kreatif dan terampil melalui Karya Tulis Ilmiah dan Media Pembelajaran Interaktif Digital yang berkualitas”.

Pada 18 Juni 2025, kegiatan dilanjutkan secara daring dengan sesi bimbingan penulisan artikel dan pengembangan media interaktif. Puncaknya, seluruh karya peserta dikumpulkan pada 25 Juni 2025 untuk penilaian akhir.

Dengan semangat dan antusiasme tinggi, workshop ini tidak hanya menjadi sarana pengembangan diri, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa PGMI siap menjadi pendidik profesional yang berinovasi dan berkontribusi nyata dalam dunia pendidikan.

Acara ditutup dengan foto bersama.            

 



Kamis, 08 Agustus 2024

"Kolaborasi Cerdas: IAI SUMBAR dan MTsN 3 Padang Pariaman Tandatangani MOU untuk Transformasi Pendidikan dan Tindak lanjut Penguatan IKM-BK"

 Padang Pariaman, 8 Agustus 2024 — MTsN 3 Padang Pariaman terus berkomitmen untuk meningkatkan mutu pembelajaran demi masa depan siswa yang lebih baik. Langkah terbaru dalam upaya ini adalah penandatanganan nota kesepahaman (MOU) dengan Institut Agama Islam (IAI) SUMBAR. Kerjasama ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses pembelajaran melalui berbagai program dan kegiatan yang inovatif.

Penandatanganan MOU yang dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2024, dihadiri oleh Bapak M. Fadhil, S.Pd., selaku kepala MTsN 3 Padang Pariaman, Dr. Rasman, M.Ag.,  selaku Pengawas Madrasah Padang Pariaman dan dari Perwakilan IAI Sumbar di wakilkan oleh Ibu Wisda Rahmadinur, S.Psi.I.,M.Pd., serta Ibu Mega Adyna Movitaria, M.Pd. Acara tersebut juga dihadiri oleh Waka Humas, ibu Syovia Nora, S.Pd dan guru-guru di MTsN 3 Padang Pariaman.

Menurut Bapak M. Fadhil, S.Pd Kepala MTsN 3 Padang Pariaman, kerjasama ini merupakan langkah strategis dalam mengembangkan kualitas pendidikan di madrasah. “Dengan adanya MOU ini, kami berharap dapat memanfaatkan sumber daya dan keahlian dari IAI SUMBAR untuk meningkatkan proses belajar mengajar di MTsN 3 Padang Pariaman. Program-program yang dirancang akan membantu siswa dalam mengembangkan potensi mereka secara maksimal,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengawas Bapak Dr. Rasman, M.Ag menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan untuk menciptakan inovasi dalam pembelajaran. "Dengan adanya MOU ini kami berharap ke depannya kerjasama ini bisa dilakukan di madrasah lainnya". Tambahnya. Pernyataan itu disambut baik oleh ibu Mega Adyna Movitaria, M.Pd bahwa “IAI SUMBAR siap memberikan dukungan penuh dalam hal pengembangan kurikulum, pelatihan bagi tenaga pengajar, serta penyediaan materi ajar yang relevan dan berkualitas. Kami percaya, kerjasama ini akan membawa dampak positif bagi perkembangan pendidikan di wilayah ini,” tambahan dari Ibu Wisda Rahmadinur, S.Psi.I.,M.Pd

Sebagai bagian dari kerjasama ini, akan dilaksanakan berbagai program pelatihan bagi guru, seminar pendidikan, serta pengembangan kurikulum yang berbasis pada kebutuhan siswa. Selain itu, akan ada program pengembangan kompetensi siswa yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan akademik dan non-akademik mereka.

Kerjasama ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan efektivitas pembelajaran di MTsN 3 Padang Pariaman, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perubahan zaman. Dengan dukungan dari IAI SUMBAR, diharapkan MTsN 3 dapat mencapai standar pendidikan yang lebih tinggi dan mampu mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan masa depan dengan lebih baik.


Minggu, 21 Juli 2024

"Implementasi Strategi Pola Asuh Kolaboratif: Meningkatkan Komunikasi Efektif Antara Orang Tua dan Remaja di MTsN 3 Padang Pariaman melalui Kolaborasi Street Consultant Bimbel dan IAI Sumbar"

18 Juli 2024 Di MTsN 3 Padang Pariaman, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diketuai oleh Wisda Rahmadinur, S.Psi.,I.,M.Pd dari IAI Sumbar dan beranggotakan Mega Adyna Movitaria, M.Pd dari IAI Sumbar, Abdul Azis, S.Psi.,I.,M.Psi.Psikolog, dari Street Consultan Bimbel, Geizy Azhari Putri, M.Psi. Psikolog dari Universitas Prima Indonesia PSDKU Pekanbaru. PKM ini kolaborasi antara Street Consultant Bimbel yang berada di Pekanbaru Riau dengan Dosen Institut Agama Islam Sumatera Barat, Pariaman. PKM ini bertujuan untuk mengimplementasikan strategi pola asuh kolaboratif guna meningkatkan komunikasi efektif antara orang tua dan remaja telah sukses dilaksanakan. Acara ini dibuka oleh kepala madrasah MTsN 3 Padang Pariaman, Bapak Fadhil, M.Pd., dan berlangsung dengan penuh antusiasme dari para peserta.

Pada saat pembukaan kegiatan, Bapak Fadhil M.Pd selaku Kamad (Kepala Madrasah) memberikan apresiasi terkait dengan antusiasme orangtua untuk mendapatkan informasi tentang minat dan bakat anak-anak mereka. Menurut Bapak Fadhil, M.Pd kegiatan ini baru pertama kali dilakukan di sekolah madrasah setingkat MTsN di Kabupaten Padang Pariaman. Dan ini ditujukan untuk siswa kelas VII MTsN. Harapannya dengan diadakannya kegiatan ini, sekolah mampu memberikan pembelajaran dan ilmu secara merata sesuai dengan bakat dan minat siswa. Dimana ini merupakan salah satu bentuk praktik baik dari Kurikulum Merdeka yang sekarang diberlakukan.

Sesi Pertama: Pemetaan Minat dan Bakat 

Sesi pertama berfokus pada pemetaan minat dan bakat siswa. Bapak Abdul Azis, S.Psi.,I.,M.Psi.Psikolog seorang konsultan di bidang Psikologi yang memiliki biro street consultant bimbel, memandu kegiatan ini dengan metode yang interaktif dan partisipatif. Siswa diajak untuk mengisi kuesioner dan mengikuti beberapa tes sederhana guna mengidentifikasi minat dan bakat mereka. Guru dilibatkan dalam proses ini untuk memahami lebih dalam potensi siswa mereka.

Bapak Abdul Azis, S.Psi.,I.,M.Psi.Psikolog menyampaikan, "Pemetaan minat dan bakat adalah langkah awal yang sangat penting. Dengan mengetahui apa yang menjadi minat dan bakat anak, kita dapat memberikan dukungan yang tepat dan sesuai. Orang tua perlu terlibat aktif dalam proses ini agar dapat memahami dan mendukung perkembangan anak dengan lebih baik."

Sesi Kedua: Sosialisasi Pola Parenting terhadap Minat dan Bakat Siswa

Sesi kedua berfokus pada sosialisasi pola parenting yang mendukung pengembangan minat dan bakat siswa. Bapak Abdul Azis, S.Psi.,I.,M.Psi.Psikolog menjelaskan berbagai strategi pola asuh yang dapat diterapkan oleh orang tua untuk mendukung minat dan bakat anak mereka. "Pola asuh kolaboratif menekankan pentingnya dialog dua arah. Orang tua tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga mendengarkan dan menghargai pendapat anak. Dengan demikian, anak merasa didukung dan dihargai, yang akan meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri mereka," ungkap Abdul Azis.

Wisda Rahmadinur, S.Psi.,I.,M.Pd, sebagai ketua pengabdian kepada masyarakat, juga ikut memaparkan tentang pentingnya komunikasi efektif antara orang tua dan remaja dalam mendukung tumbuh kembang anak. Mega Adyna Movitaria, sebagai anggota tim, turut serta dalam memberikan materi terkait strategi pola asuh kolaboratif.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, diharapkan terjadi peningkatan komunikasi efektif antara orang tua dan remaja di MTsN 3 Padang Pariaman. Dengan pemetaan minat dan bakat yang tepat serta implementasi strategi pola asuh kolaboratif, orang tua dapat lebih mendukung perkembangan potensi anak mereka. Akhirnya, kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan mendukung bagi perkembangan remaja.

Wisda Rahmadinur, S.Psi.,I.,M.Pd menyatakan, "Kami berharap program ini dapat menjadi model yang diterapkan di sekolah-sekolah lain, sehingga semakin banyak keluarga yang merasakan manfaat dari pola asuh kolaboratif ini. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan pengabdian ini, terutama Bapak Abdul Azis, S.Psi.,I.,M.Psi.Psikolog yang telah memberikan wawasan dan panduan berharga."

Selanjutnya Mega Adyna Movitaria menambahkan, "Kerja sama yang baik antara orang tua dan sekolah adalah kunci sukses dalam mendukung perkembangan anak. Kami optimis bahwa melalui kegiatan ini, komunikasi antara orang tua dan anak akan semakin baik dan berdampak positif pada prestasi dan kesejahteraan siswa."

Sesi terakhir ditutup dengan doa dan diskusi secara pribadi dengan orangtua siswa yang dilakukan oleh para narasumber.

Minggu, 02 Juni 2024

Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Komunitas Oleh Balai Pendidikan Dan Pelatihan Keagamaan Padang: Kolaborasi untuk Pendidikan Lebih Baik


Padang Pariaman, 2 Juni 2024 – Balai Pendidikan Dan Pelatihan Keagamaan Padang  baru saja sukses menggelar pelatihan implementasi kurikulum merdeka berbasis komunitas pada tanggal 1 dan 2 Juni 2024. Acara yang dihadiri oleh 30 peserta dari berbagai sekolah di Padang Pariaman ini menghadirkan narasumber berkompeten, yaitu El Azadivon Fhelsi, S.Si., M.Biomed, dan Dr. Hj. Agusrida, M.Pd. Pelatihan ini diadakan pada tanggal 27 Mei 2024 sampai dengan 01 Juni 2024 di MAN Insan Cendekia Padang Pariaman.

Peserta pelatihan sebanyak 5 Komunitas Sekolah yaitu terdiri dari perwakilan MAN 1 Padang Pariaman, MTsN 3 Padang Pariaman, MTsN 5 Padang Pariaman, MIN 1 Padang Pariaman, dan MIN 2 Padang Pariaman serta Dari perguruan Tinggi Institut Agama Islam Sumatera Barat dan STIT Syekh Burhanuddin Pariaman. 

Perwakilan peserta dari masing-masing terdiri dari Kepala Sekolah, Guru Terlatih, Pengawas, Kasi/Staf Penmad, dan Dosen Perguruan Tinggi. Kelima Kepala Sekolah dari Madrasah di Selingkup Kabupaten Padang Pariaman yaitu: Amrizon, S.Pd., M.Pd.I. dari MAN 1 Padang Pariaman, M. Fadhil, S.Pd. dari MTsN 3 Padang Pariaman, Dra. Salvina, M.Pd. dari  MTsN 5 Padang Pariaman, Mulkan A dari MIN 1 Padang Pariaman, dan Sabri Yasin, S.Ag dari MIN 2 Padang Pariaman. Sementara Pengawas yang juga ikut hadir mengikuti pelatihan IKM BK ini yaitu DR. Rasman, M.Ag dan Tim. Selanjutnya perwakilan dari Perguruan Tinggi Institut Agama Islam Sumatera Barat oleh Mega Adyna Movitaria, M.Pd, dan Wisda Rahmadinur, S.Psi.I, M.Pd. dan STIT Syekh Burhanuddin Pariaman oleh Dr. Neni Triana, M.A., Dr. Yudel Nilastua, M.A dan Marfiyanti, M.A.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam serta keterampilan praktis dalam menerapkan kurikulum merdeka yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan siswa.

Kurikulum Merdeka: Solusi untuk Pendidikan Masa Kini

Kurikulum merdeka adalah pendekatan baru dalam sistem pendidikan Indonesia yang menekankan pada kemandirian dan kebebasan belajar bagi siswa. Narasumber utama, El Azadivon Fhelsi, S.Si., M.Biomed, menyampaikan bahwa kurikulum ini dirancang untuk memberikan ruang lebih bagi siswa dalam mengeksplorasi minat dan bakat mereka. "Kurikulum merdeka memungkinkan siswa untuk belajar sesuai dengan kemampuan dan minat mereka, sehingga dapat mengembangkan potensi diri secara maksimal," ujar El Azadivon.

Dr. Hj. Agusrida, M.Pd, menambahkan bahwa pelatihan ini juga merupakan upaya untuk memberdayakan komunitas sekolah agar lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan zaman. "Kita harus menciptakan lingkungan belajar yang mendukung siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Guru dan tenaga pendidik harus mampu menjadi fasilitator yang baik dalam proses belajar mengajar," kata Dr. Agusrida.M.Pd

Antusiasme Peserta dalam Mengikuti Pelatihan

Para peserta yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi selama pelatihan berlangsung. Mereka berpartisipasi aktif dalam diskusi dan sesi tanya jawab, serta berbagi pengalaman dan tantangan yang dihadapi di sekolah masing-masing. "Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami mendapatkan banyak ilmu baru yang bisa langsung diaplikasikan di sekolah," ungkap salah satu komunitas peserta.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk memperkuat jaringan antar sekolah di Kabupaten Padang Pariaman, sehingga dapat saling mendukung dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka. "Kolaborasi antar sekolah sangat penting untuk keberhasilan implementasi kurikulum ini. Kami berharap dapat terus berbagi informasi dan strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan terutama di perguruan tinggi," ungkapan dari komunitas yang lain.

Harapan ke Depan

Pelatihan implementasi kurikulum merdeka berbasis komunitas ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk perubahan yang lebih baik dalam sistem pendidikan di Padang Pariaman. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, baik guru, siswa, maupun masyarakat, kurikulum merdeka diharapkan dapat berjalan dengan optimal dan membawa dampak positif bagi perkembangan pendidikan di Indonesia.

"Semoga pelatihan ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita semua untuk terus berinovasi dan beradaptasi dalam menghadapi tantangan pendidikan di era modern ini," tutup El Azadivon Fhelsi.

Dr. Hj. Agusrida, M.Pd, menambahkan bahwa keberhasilan pelaksanaan kurikulum merdeka sangat bergantung pada kolaborasi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan pendidikan. “Kita berharap bahwa dengan adanya pelatihan ini, para guru dapat lebih percaya diri dalam menerapkan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif, serta mampu membimbing siswa untuk mencapai potensi terbaik mereka,” ujar Dr. Agusrida.

Para peserta pelatihan juga menyampaikan harapan mereka agar pelatihan semacam ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Salah satu peserta dari MTsN 3 Padang Pariaman menyatakan, “Kami berharap pelatihan seperti ini dapat diadakan secara rutin agar kami terus mendapatkan pembaruan dan peningkatan kapasitas dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka.”

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, Balai Diklat Kementerian Agama Padang beserta sekolah-sekolah lain di wilayah ini siap untuk mengimplementasikan kurikulum merdeka demi masa depan pendidikan yang lebih gemilang.


Selasa, 21 Juni 2022

Pertemuan Pertama, PKM Penulisan Karya Tulis Ilmiah Bersama Mahasiswa STIT Ahlusunnah Bukittinggi


Kolaborasi Pengabdian Kepada Masyarakat antar Kampus IAI Sumatera Barat dengan STIT Ahlusunnah Bukittinggi telah menyelenggarakan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah dan Publikasi Karya Tulis Ilmiah Pada Jurnal Nasional diberikan khusus bagi Mahasiswa STIT Ahlusunnah Bukittinggi. Pelatihan ini diselenggarakan pada hari Kamis, 16 Juni dan hari Sabtu, 25 Juni 2022 di Gedung STIT Ahlusunnah Bukittinggi lantai 2, dan kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa perwakilan Program Studi Pendidikan Agama Islam dan Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam .

Pada pertemuan pertama pada hari kamis tanggal 16 Juni 2022, Pelatihan Karya Tulis Ilmiah tersebut diawali dengan Penandatanganan MOA oleh masing-masing kedua kampus dan dilanjutkan dengan pemberian cendramata berupa Buku dari Dosen-dosen IAI Sumatera Barat kepada Ketua STIT Ahlusunnah Bukittinggi. acara berikutnya Kata sambutan dari Ketua Pelaksana PKM dan Ketua STIT Ahslusunnah Bukittinggi serta berdoa bersama untuk kelancaran acara Pelatihan.

Selanjutnya masuk pada pembahasan materi mengenai Metodologi Penelitian Kualitatif, Metodologi Penelitian Kuantitatif (Eksprimen), Metodologi Penelitian Kuantitatif (PTK). Dimana Materi disampaikan oleh narasumber yang berbeda. Materi Metodologi Penelitian Kualitatif disampaikan Oleh Bapak Arif Ridha, M.Pd.I. Beliau saat ini tercatat sebagai Dosen Tetap di STIT Ahlusunnah Bukittinggi. Pada materi Metodologi Penelitian Kuantitatif (Eksprimen) disampaikan oleh Ibu Mega Adyna Movitaria, M.Pd. yang merupakan salah satu dosen tetap di IAI Sumbar, Pariaman. Dan Pemateri ketiga tentang Metodologi Penelitian Kuantitatif (PTK) pada pertemuan pertama disampaikan oleh Bapak Dr. M. Yemmardotillah, MA. Beliau merupakan salah satu Dosen tetap di STIT Ahlusunnah Bukttinggi.

Pelatihan diadakan dalam dua sesi untuk masing-masing pemateri. Sesi pertama yaitu pemaparan materi, dan sesi kedua ialah diskusi dengan peserta. Pada akhir sesi mahasiswa diberikan kuisioner untuk mengetahui pemahaman peserta tentang materi yang telah disampaikan.

Pada pertemuan kedua yang akan diadakan hari sabtu tanggal 25 Juni 2022 akan membahas materi mengenai Pembuatan Artikel Ilmiah oleh Ibu Dr. Yosi Aryanti, MA. Beliau merupakan Ketua STIT Ahlusunnah Bukittinggi. selanjutnya pemateri kedua membahas tentang Citasi dan Plagiasi oleh Ibu Melda Delvia, M.Pd. Beliau merupakan Dosen dari IAI Sumatera Barat. dan Materi ketiga membahas tentang Pengenalan Jurnal dan Submit Artikel yang akan di sampaikan oleh Bapak Edriagus Saputra, M.Ag. Beliau adalah Ketua Program Studi Ilmu Al Qur'an dan tafsir sekaligus Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat pada kegiatan ini.

Dengan diadakannya Pelatihan Karya Tulis Ilmiah tersebut diharapkan mahasiswa dapat lebih mengetahui tentang karya tulis ilmiah, dan diharapkan mahasiswa dapat lebih termotivasi dan semangat lagi untuk menulis karya tulis ilmiah. Karena, karya tulis ilmiah sangat bermanfaat dan erat kaitannya baik untuk kegiatan akademik maupun non-akademik mahasiswa.


Dokumentasi


Penandatangan MOA antara kedua Lembaga yaitu IAI Sumatera Barat dan STIT Ahlusunnah Bukittinggi



Pemateri Pengabdian Kepada Masyarakat pada Kolaborasi antara IAI Sumatera Barat dan STIT Ahlusunnah Bukittinggi


Pemateri 1, Penyerahan Piagam Penghargaan kepada Bapak Arif Ridha, M.Pd.I. Oleh Ketua PKM, Bapak Edriagus Saputra, S.Th.I.,M.Ag


Pemateri 2, Penyerahan Piagam Penghargaan kepada Ibu Mega Adyna Movitaria,M.Pd Oleh Ketua STIT Ahlusunnah Bukittinggi, Ibu Dr. Yosi Aryanti, MA


Pemateri 3, Penyerahan Piagam Penghargaan kepada Bapak Dr. M. Yemmardotillah, MA. Oleh Ketua PKM, Bapak Edriagus Saputra, S.Th.I.,M.Ag







 


Kamis, 20 Januari 2022

Tips Menulis Artikel Part 2# Cara Dosen IAI Sumbar Menghebatkan Mahasiswa dalam Penulisan Artikel Ilmiah

 


Artikel ilmiah merupakan salah satu bentuk karya ilmiah. Mahasiswa sejak semester pertama perlu mendapatkan pelatihan menulis artikel ilmiah.
 
Ada tiga hal yang paling utama dalam penulisan artikel ilmiah. Pertama, panduan penulisan artikel ilmiah. Kedua, penggunaan aplikasi references dalam pengutipan sumber rujukan. Ketiga, kerapihan dalam penulisan.

Panduan berperan sebagai acuan dalam penulisan artikel ilmiah. Mahasiswa pasti bingung bila tidak ada panduan. Dengan adanya panduan, terbukti mahasiswa patuh mengikuti panduan tersebut. Panduan berisi struktur penulisan sejak pendahuluan hingga kesimpulan. Salah satu panduan yang diberikan oleh pemateri sekaligus Dosen IAI Sumbar terdiri atas Mega Adyna Movitaria, M.Pd, Edriagus Saputra, S.Th.I., M.Ag, Melda Delvia, S.Pd.I.,M.Pd, dan Syamsurizal, SE.,MM adalah dengan mengadakan pelatihan penulisan artikel ilmiah. Dimulai dari materi dasar yaitu judul sampai pada cara mensubmit artikel ke jurnal bereputasi SINTA.

Materi yang dikemas ciamik dan santai oleh para dosen ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat mahasiswa dalam penulisan artikel ilmiah. Kegiatan ini dirancang dalam bentuk PKM atau Pengabdian kepada Masyarakat dengan menargetkan luaran artikel mahasiswa yang akan submit di jurnal terakreditasi nasional.

Namun, pendampingan tetap diperlukan. Pendampingan mulai dari cara mengerjakan satuan-satuan penulisan artikel. Antara lain penyusunan formula penelitian menyangkut tujuan, rumusan masalah, dan pertanyaan penelitian. Pendampingan melakukan tinjauan pustaka dan penyusunan kerangka berpikir. Pendampingan menentukan metode penelitian yang tepat dan cara melakukan pembahasan hingga menarik kesimpulan.

Bahkan, pendampingan menyusun paragraf latar belakang dan masalah. Dalam penyusunan paragraf perlu dilakukan reviu. Mahasiswa berlatih menulis paragraf dan pelatih mereview paragraf sebagai feedback (umpan balik). Polanya harus dilakukan setoran paragraf per paragraf.

Melalui sotoran paragraf per paragraf, review, dan umpan balik maka dipastikan terjadi peningkatan kualitas penulisan. Sebab, mahasiswa dipastikan dari latihan menulis paragraf pertama mereka cenderung tidak akan mengulangi kesalahan yang sama di paragraf-paragraf berikutnya.

Kesalahan bisa terjadi dalam penulisan kalimat yang tampak ambigu, tidak koheren dengan kalimat berikutnya, dan sulit dipahami. Kesalahan juga bisa terjadi dalam penerapan aplikasi references, dimana hal ini lebih berhubungan dengan kecermatan dan ketelitian. Kesalahan dalam penggunaan aplikasi references antara lain pencantuman nama penulis, judul tulisan, penerbit, dan sumber rujukan. Sering terjadi kesalahan teknis dalam penerapan aplikasi references.

Justru hal teknis itulah yang perlu mendapat perhatian serius dalam penulisan artikel ilmiah. Artikel ilmiah tidak bisa abai terhadap hal teknis. Hal-hal yang mungkin dianggap kecil dan spele. Di sinilah arti penting latihan menulis artikel ilmiah. Melalui latihan ini mahasiswa menjadi penuh perhatian terhadap hal teknis.
 
Hal teknis lain termasuk juga kerapihan dalam penulisan, seperti konsistensi kata, italic, huruf kapital dan huruf kecil, tanda baca menyangkut titik, koma, tanda seru, dan lain-lain. Termasuk juga margin, spasi, penomoran, layout, dan sebagainya.
 
Kerapihan merupakan hal utama dalam penulisan artikel ilmiah, hal ini mengingat artikel ilmiah disiapkan untuk penerbitan di jurnal ilmiah. Jurnal ilmiah sangat menekankan struktur penulisan artikel, penerapan aplikasi references, dan kerapihan tulisan.

Melalui pelatihan menulis, mahasiswa terbukti mampu menyajikan artikel ilmiah yang baik. Adapun konten berpulang pada kapasitas dan dosen memiliki peluang dalam memberikan penguatan konten. Akhirnya, tercipta penulisan artikel ilmiah melalui kemitraan antara mahasiswa dan dosen nantinya.

Selain itu, mahasiswa perlu mendapat pendampingan submission (pengiriman) artikel ke jurnal ilmiah. Biasanya mahasiswa sangat adaptif terhadap sistem ini. Editorial jurnal akan menyeleksi artikel dan mengirim artikel ke reviewer (penelaah). Hal ini dilakukan untuk menentukan artikel apakah accepted (diterima) ataukah rejected (ditolak).

Jika naskah artikel diterima terkadang penulis masih harus revisi, terlepas major (revisi besar) atau minor (revisi kecil).

Ada alternatif lain selain pengiriman naskah artikel ke jurnal ilmiah, yakni presentasi artikel ilmiah pada forum ilmiah semisal konferensi. Mahasiswa didampingi melakukan registrasi konferensi untuk presentasi artikel ilmiah. Artikel ilmiah dari kegiatan forum ilmiah juga biasanya diterbitkan di jurnal ilmiah.
 
Jika mahasiswa dilibatkan dalam hal-hal di atas, maka menyiapkan generasi hebat pasti terwujud. Mahasiswa menjadi terlatih dalam penulisan artikel ilmiah, memiliki beberapa publikasi di jurnal ilmiah, dan pasti lancar dalam penulisan tugas akhir.

Begitulah cara Dosen IAI Sumbar menghebatkan mahasiswa yang pada dasarnya mereka sudah hebat. Bagaimana tidak disebut hebat ternyata adaptasi mereka sangat luar biasa dalam latihan struktur penulisan, penerapan aplikasi references, kerapihan penulisan, dan pengenalan journal.

Tidak dapat disangkal bahwa menulis artikel ilmiah merupakan tantangan bersama bagi semua akademisi di dunia global. Dipastikan generasi mahasiswa hebat indonesia akan terus berlatih dan berikhtiar untuk mempersiapkan Indonesia emas 2045. 


Tips Menulis Artikel Part 1# 8 Point Penting Dalam Menulis Artikel yang Harus Diperhatikan



Berbagi pengalaman dalam menulis artikel. Diakui bahwa menulis artikel ilmiah merupakan tantangan akademisi di seluruh dunia. Akademisi tentunya termasuk mahasiswa. Tantangan tersebut ditambah lagi dengan bagaimana mengupayakan artikel tersebut bisa terbit di jurnal ilmiah.

Belajar dari pengalaman, motivasi merupakan hal yang paling utama. Mahasiswa perlu mendapat motivasi bahwa penulisan karya ilmiah bukanlah bakat bawaan, melainkan keterampilan yang harus dilatih. Melalui latihan pasti semua mahasiswa bisa menulis artikel ilmiah.

Nanti mahasiswa harus menyelesaikan tugas akhir penulisan karya ilmiah. Tugas akhir merupakan karya monumental sebagai syarat meraih gelar sarjana. Latihan penulisan karya ilmiah menjadi hal yang mesti ditempuh dalam rangka menyiapkan mahasiswa terlatih bagi kelancaran penulisan tugas akhir

Artikel ilmiah adalah karya tulis yang menyajikan fakta-fakta umum dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Artikel ilmiah dapat berupa berupa artikel asli, mini review, review, dan short communication /notes/ komentar. Secara umum karya tulis ilmiah memiliki struktur yang terdiri dari judul artikel, nama penulis dan alamat email, abstrak, pendahuluan, data, metode penulisan/penelitian, kesimpulan, pembahasan, kesimpulan, dan referensi.

8 Point Penting Dalam Menulis Artikel yang Harus Diperhatikan

1. Judul Artikel; 

Judul ini seharusnya menarik dan bersifat provokatif. Pada bagian judul sebaiknya menggambarkan sebuah isi atau temuan yang akan dibahas, tidak berupa singkatan dan tanpa nama objek atau lokasi tempat penelitian penelitian yang dilakukan.

2. Abstrak (Ringkasan Penelitian); 

Intisari merupakan ikhtisar dan merupakan urain singkat yang memuat permasalahan, tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan. lntisari dibuat  untuk memudahkan pembaca  mengerti  secara  cepat  isi  artikel  untuk  memutuskan apakah  perlu  membaca lebih  lanjut  atau  tidak.  Permasalahan dan  tujuan  disajikan  dalam pengantar,  metode dijelaskan dari  jalan  penelitian, hasil  penelitian, dan  kesimpulan. Karena itu intisari umumnya  terdiri  atas  satu  alinea dan  panjangnya  tidak  lebih  dari  1  (satu)  halaman  (200 karakter) dan diketik 1 (satu) spasi. Intisari ditulis dalam 2 bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

3. Keyword (Kata Kunci)

Keyword atau kata kunci merupakan hal yang penting dalam pembuatan artikel ilmiah. Konsep ini berupa kata atau frasa, disusun dari spesifik ke umum. Keyword atau kata kunci merupakan kata-kata penting dalam penelitian/artikel. Dalam keywords atau kata kunci tidak harus termuat dalam judul dan dalam abstrak.

4. Pendahuluan

Pendahuluan diharapkan dapat menarik perhatian dan meyakinkan pembaca akan pentingnya penelitian. Bagian ini berisi informasi latar belakang masalah yang diteliti, tinjauan pustaka sebagai dasar literature melakukan penelitian, dan pendahuluhan semestinya bersifat objektif.

5. Metode Penelitian

Pada bagian medote penelitian ini, penulis harus menonjolkan bagaimana cara menganalisis data yang diteliti bukan hanya cara mengumpulkan data. Metode penelitian mengandung uraian tentang bahan atau materi penelitian, alat, jalannya penelitian, variabel, data yang akan dikumpulkan, dan analisis hasil.

6. Hasil dan Pembahasan

Hasil dan pembahasan berisi argumentasi yang kuat, ketajaman analisis, sajian data yang mendukung pembahasan, dan perbandingan kritis dengan penelitian lain.

7. Simpulan

Simpulan ini harus menjawab tujuan penelitian dan memperkuat hasil penelitan tanpa adanya pembahasan yang baru. Serta simpulan juga berisi implikasi penelitian untuk mengetahui manfaat yang telah dihasilkan dengan melakukan penelitian tersebut.

8. Daftar Pustaka

Daftar pustaka pada artikel ilmiah biasanya menggunakan references manager seperti Mendeley, Zotero dan lain lain. Daftar pustaka hanya memuat pustaka atau referensi yang digunakan dalam penyusunan artikel ilmiah saja. Tidak perlu sama dengan daftar pustaka atau referensi yang terdapat dalam laporan penelitian ilmiah. Penulisan  daftar  pustaka  mengkuti  sistem  Harvard  dan  di  urutkan  sesuai  dengan  urutan abjad nama  akhir  penulis  pertama.  Perlu diperhatikan bahwa  daftar  pustaka  berisi  daftar buku teks atau artikel ilmiah/jurnal yang mendukung penelitian. 

Semoga Bermanfaat!!☺

Sabtu, 13 Juni 2020

Diseminasi TOT 2020 Sumatera Barat



Alhamdulillah, pelaksanaan kegiatan Bimbingan Diseminasi Trainer Microsoft Office Teams dengan nama Tim Mesrinayo Team's dengan tema "Belajar Tanpa Batas dengan aplikasi Office Teams" telah rampung dengan sukses. Kegiatan ini merupakan sebuah ikhtiar yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Guru di Sumatera Barat dalam mendayagunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi  (TIK). Kompetensi TIK sangat penting dimiliki oleh setiap Guru guna menghadapi revolusi 4.0. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Microsoft Indonesia. Tim ini dipandu oleh empat orang pemateri yaitu Mega Adyna Movitaria, M.Pd, Yosi Shandra, S.Pd. ME., Anna Lestari Sibarania, S.S., M.A, dan Sri Azizah Marsyah, M.Pd. Pemateri sebelumnya sudah diberikan pelatihan oleh Microsoft Indonesia dengan master trainer Yuni Revita, S.Pd.

Kesiapan kompetensi seorang Guru dalam menghadapi revolusi 4.0 ditandai dengan kemampuan menggunakan teknologi informasi secara masif dalam proses kegiatan belajar mengajar. Semoga dengan pelatihan yang telah diselenggarakan, dapat membekali kompetensi Guru dalam mengmplementasikan Pembelajaran di sekolah. Sekaligus memberikan kontribusi dan warna baru bagi pendidikan di Kota Padang khususnya dan Sumatera Barat Umumnya. Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Microsoft atas dukungannya selama ini. 

Salam berkarya tanpa batas
salam ilmu tanpa batas

#mieexpert 
#microsoft
#mietrainer 
#ciptagadhingartha 
#totguruinovatif2020
#GTP
Kesiapan kompetensi seorang Guru dalam menghadapi revolusi 4.0 ditandai dengan kemampuan menggunakan teknologi informasi secara masif dalam proses kegiatan belajar mengajar. Semoga dengan pelatihan yang telah diselenggarakan, dapat membekali kompetensi Guru dalam mengmplementasikan TIK di sekolah. Sekaligus memberikan kontribusi dan warna baru bagi pendidikan di Provinsi Jawa Tengah. Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Microsoft atas dukungannya selama ini. Salam.

Senin, 08 Juni 2020

Hai Guru, Buat Blog Yuk!!



Satu Guru Satu Blog.. hmmm... buat Blog lagi?. Emang guru harus ya buat blog?. Pasti ada yang jawab hadeeeww.. Pandai pakai Android aja syukur alhamdulillah. lagian mana juga ngerti. zaman gini masih ada alasan gitu. Salah besar!!!. Ikatan Guru Indonesia sudah wara wiri ngadain pelatihan untuk pembuatan blog ini. Berbicara tentang blog, pasti yang terpikirkan awalnya menulis lagi donk. Wah, alamat bakalan menulis dan berpikir lagi nih. Sebagai seorang pendidik, menulis rasanya bukan satu hal yang susah. Sebenarnya yang susah itu mengumpulkan niatnya. Terkadang ilmu yang ada di otak jika tidak di bagikan maka akan hilang sendirinya. Salah satu cara agar ilmu itu bisa bermanfaat buat orang lain dan tidak mudah hilang dengan membuat Blog. Nah, untuk kegiatan pelatihan kali ini Ikatan Guru Indonesia, mengadakan pelatihan Satu Guru Satu Blog (SAGUSABLOG). Pelatihan ini akan berkelanjutan, mulai dari pelatihan dasar dulu. Pada pelatihan dasar ini, merancang bagaimana cara mendesain blog supaya timbul niat untuk menulis.


Ayooo... bergabung dengan Ikatan Guru Indonesia. Mari kita buat blog agar bisa lebih berkarya, dan selalu berkarya tanpa batas.
Yuk, ngeblog

Kamis, 07 Mei 2020

Benarkah Guru bisa buat Blog???

Satu Guru Satu Blog.. hmmm... buat Blog? Yang terpikirkan awalnya menulis lagi donk. Wah, alamat bakalan menulis dan berpikir lagi nih. Sebagai seorang pendidik, menulis rasanya bukan satu hal yang susah. Sebenarnya yang susah itu mengumpulkan niatnya. Terkadang ilmu yang ada di otak jika tidak di bagikan maka akan hilang sendirinya. Salah satu cara agar ilmu itu bisa bermanfaat buat orang lain dan tidak mudah hilang dengan membuat Blog. Nah, untuk kegiatan pelatihan kali ini Ikatan Guru Indonesia, mengadakan pelatihan Satu Guru Satu Blog (SAGUSABLOG). Pelatihan ini akan berkelanjutan, mulai dari pelatihan dasar dulu. Pada pelatihan dasar ini, merancang bagaimana cara mendesain blog supaya timbul niat untuk menulis.


Ayooo... bergabung dengan Ikatan Guru Indonesia. Mari kita buat blog agar bisa lebih berkarya, dan selalu berkarya tanpa batas.